|
MANUSIA |
|
|
1 |
Dan di antara manusia ada yang
berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat";
padahal mereka sebenarnya tidak beriman. |
|
2 |
Wahai sekalian manusia! Beribadatlah
kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu
daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwa. |
|
3 |
Patutkah kamu
menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri
kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal? |
|
4 |
Dan (ingatlah ), ketika Kami mengikat
perjanjian setia dengan Bani Israil (dengan berfirman): "Janganlah kamu
menyembah melainkan Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, dan
kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin; dan katakanlah
kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik; dan dirikanlah
sembahyang serta berilah zakat". Kemudian kamu berpaling membelakangkan
(perjanjian setia kamu itu) kecuali sebahagian kecil dari kamu; dan
sememangnya kamu orang-orang yang tidak menghiraukan perjanjian setianya. |
|
5 |
Demi sesungguhnya engkau (wahai) akan dapati
mereka itu setamak-tamak manusia kepada hidup (yang lanjut
masanya), dan (lobanya mereka kepada hidup itu) melebihi loba orang-orang
kafir musyrik. Tiap-tiap seorang dari mereka suka kiranya ia boleh hidup
seribu tahun, padahal umur panjang yang demikian, tidak akan dapat
melepaskannya dari azab (yang disediakan oleh Allah). Dan (ingatlah), Allah
sentiasa melihat akan apa yang mereka lakukan. |
|
6 |
Dan (ingatlah), ketika Nabi Ibrahim diuji
oleh Tuhannya dengan beberapa Kalimah (suruhan dan larangan), maka Nabi
Ibrahim pun menyempurnakannya. (Setelah itu) Allah berfirman:
"Sesungguhnya Aku melantikmu menjadi Imam (Pemimpin ikutan) bagi
umat manusia". Nabi Ibrahim pun memohon dengan berkata: "(Ya
Tuhanku!) Jadikanlah juga (apalah jua kiranya) dari keturunanku
(pemimpin-pemimpin ikutan)". Allah berfirman: "(Permohonanmu
diterima, tetapi) janjiKu ini tidak akan didapati oleh orang-orang yang
zalim." |
|
7 |
Dan (ingatlah) ketika Kami jadikan Rumah
Suci (Baitullah) itu tempat tumpuan bagi umat manusia dan tempat
yang aman; dan jadikanlah oleh Kamu Makam Ibrahim itu tempat sembahyang. Dan
Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (dengan berfirman):
"Bersihkanlah Rumahku untuk orang-orang yang bertawaf, dan orang-orang
yang beriktikaf (yang tetap tinggal padanya), dan orang-orang yang rukuk dan
sujud". |
|
8 |
Dan demikianlah (sebagaimana Kami telah
memimpin kamu ke jalan yang lurus), Kami jadikan kamu satu umat yang pilihan
lagi adil, supaya kamu layak menjadi orang yang memberi keterangan kepada
umat manusia (tentang yang benar dan yang salah) dan Rasulullah
pula akan menjadi orang yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu. Tiadalah
Kami jadikan kiblat yang engkau mengadapnya dahulu itu , melainkan untuk
menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami tentang siapakah yang
benar-benar mengikut Rasul serta membenarkannya dan siapa pula yang berpaling
tadah (berbalik kepada kekufurannya) dan sesungguhnya (soal peralihan arah
kiblat) itu adalah amat berat (untuk diterima) kecuali kepada orang-orang
yang telah diberikan Allah petunjuk hidayah dan Allah tidak akan
menghilangkan (bukti) iman kamu. Sesungguhnya Allah Amat melimpah belas
kasihan dan rahmatNya kepada orang-orang (yang beriman). |
|
9 |
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan
apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayah,
sesudah Kami menerangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci,
mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk. |
|
10 |
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, dan
mereka mati sedang mereka tetap dalam keadaan kafir, mereka itulah
orang-orang yang ditimpa laknat Allah dan malaikat
serta manusia sekaliannya. |
|
11 |
Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi;
dan (pada) pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di
laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian
juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan
dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Ia biakkan padanya
dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan
awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan
bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan
keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keluasan rahmatNya) bagi
kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran. |
|
12 |
(Walaupun demikian), ada juga di
antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi)
sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana
mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta
(taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman
(syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak,
bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah,
dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak
melakukan kezaliman itu). |
|
13 |
Wahai sekalian manusia! Makanlah dari
apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak
langkah Syaitan; kerana sesungguhnya Syaitan itu ialah musuh yang terang
nyata bagi kamu. |
|
14 |
(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu
ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi
sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan
petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.
Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau
mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu; dan sesiapa yang sakit
atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka, Kemudian wajiblah ia berpuasa)
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan
ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan Ia
tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan
bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana
mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur. |
|
15 |
Dan janganlah kamu makan (atau mengambil)
harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah, dan jangan
pula kamu menghulurkan harta kamu (memberi rasuah) kepada hakim-hakim kerana
hendak memakan (atau mengambil) sebahagian dari
harta manusia dengan (berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui
(salahnya). |
|
16 |
Mereka bertanya kepadamu mengenai
(peredaran) anak-anak bulan. Katakanlah: "(peredaran) anak-anak bulan
itu menandakan waktu-waktu (urusan dan amalan) manusia, khasnya ibadat
Haji. Dan bukanlah perkara kebajikan: kamu memasuki rumah dari bahagian
belakangnya (ketika kamu berihram) akan tetapi kebajikan itu ialah perbuatan
orang yang bertaqwa; dan masuklah ke rumah (Kamu) itu melalui pintunya, serta
bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya." |
|
17 |
Kemudian apabila kamu telah selesai
mengerjakan amalan ibadat Haji kamu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebut dan
mengingati Allah (dengan membesarkanNya) sebagaimana kamu dahulu menyebut-nyebut
(memuji-muji) datuk nenek kamu, bahkan dengan sebutan yang lebih lagi. Dalam
pada itu, ada di antara manusia yang (berdoa dengan) berkata:
"Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan) di dunia". (orang-orang
ini diberikan kebaikan di dunia) dan tidak ada baginya sedikitpun kebaikan di
akhirat. |
|
18 |
Dan di antara manusia ada orang
yang tutur katanya mengenai hal kehidupan dunia, menyebabkan engkau tertarik
hati (mendengarnya), dan ia (bersumpah dengan mengatakan bahawa) Allah
menjadi saksi atas apa yang ada dalam hatinya, padahal ia adalah orang yang
amat keras permusuhannya (kepadamu). |
|
19 |
Dan di antara manusia ada yang
mengorbankan dirinya kerana mencari keredaan Allah semata-mata; dan Allah
pula Amat belas-kasihan akan hamba-hambanya. |
|
20 |
Pada mulanya manusia itu ialah
umat yang satu (menurut agama Allah yang satu, tetapi setelah mereka
berselisihan), maka Allah mengutuskan Nabi-nabi sebagai pemberi khabar
gembira (kepada orang-orang yang beriman dengan balasan Syurga, dan pemberi
amaran (kepada orang-orang yang ingkar dengan balasan azab neraka); dan Allah
menurunkan bersama Nabi-nabi itu Kitab-kitab Suci yang (mengandungi
keterangan-keterangan yang) benar, untuk menjalankan hukum di
antara manusia mengenai apa yang mereka perselisihkan dan
(sebenarnya) tidak ada yang melakukan perselisihan melainkan orang-orang yang
telah diberi kepada mereka Kitab-kitab Suci itu, iaitu sesudah datang kepada
mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata, - mereka berselisih
semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri. Maka Allah memberikan petunjuk
kepada orang-orang yang beriman ke arah kebenaran yang diperselisihkan oleh
mereka (yang derhaka itu), dengan izinNya. Dan Allah sentiasa memberi
petunjuk hidayahNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus
(menurut undang-undang peraturanNya). |
|
21 |
Mereka bertanya kepadamu mengenai arak dan
judi. Katakanlah: "Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa
manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada
manfaatnya dan mereka bertanya pula kepadamu: Apakah yang mereka akan
belanjakan (dermakan)? Katakanlah: "Dermakanlah - apa-apa) yang berlebih
dari keperluan (kamu). Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya
(keterangan-keterangan hukumNya) supaya kamu berfikir: |
|
22 |
(Dan janganlah kamu jadikan nama) Allah
dalam sumpah kamu sebagai benteng yang menghalangi kamu daripada berbuat baik
dan bertaqwa, serta mendamaikan perbalahan antara sesama manusia. Dan
(ingatlah), Allah sentiasa mendengar, lagi sentiasa mengetahui. |
|
23 |
Tidakkah engkau ketahui (wahai) tentang
orang-orang yang keluar (melarikan diri) dari kampung halamannya kerana
takutkan mati, sedang mereka beribu-ribu ramainya? Maka Allah berfirman
kepada mereka:" Matilah kamu " kemudian Allah menghidupkan mereka.
Sesungguhnya Allah sentiasa melimpah-limpah kurniaNya kepada manusia (seluruhnya),
tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. |
|
24 |
Oleh sebab itu, mereka dapat mengalahkan
tentera Jalut dengan izin Allah, dan Nabi Daud (yang turut serta dalam tentera
Talut) membunuh Jalut. Dan (sesudah itu) Allah memberikan kepadanya (Nabi
Daud) kuasa pemerintahan, dan hikmat (pangkat kenabian) serta diajarkannya
apa yang dikehendakiNya. Dan kalaulah Allah tidak menolak
setengah manusia (yang ingkar dan derhaka) dengan setengahnya yang
lain (yang beriman dan setia) nescaya rosak binasalah bumi ini; akan tetapi
Allah sentiasa melimpah kurniaNya kepada sekalian alam. |
|
25 |
Atau (tidakkah engkau pelik memikirkan)
tentang orang yang melalui sebuah negeri yang telah runtuh segala
bangunannya, orang itu berkata: "Bagaimana Allah akan menghidupkan
(membina semula) negeri ini sesudah matinya (rosak binasanya)? " Lalu ia
dimatikan oleh Allah (dan dibiarkan tidak berubah) selama seratus tahun,
kemudian Allah hidupkan dia semula lalu bertanya kepadanya: "Berapa lama
engkau tinggal (di sini)?" Ia menjawab: "Aku telah tinggal (di
sini) sehari atau setengah hari". Allah berfirman:" (Tidak benar),
bahkan engkau telah tinggal (berkeadaan demikian) selama seratus tahun. Oleh
itu, perhatikanlah kepada makanan dan minumanmu, masih tidak berubah
keadaannya, dan perhatikanlah pula kepada keldaimu (hanya tinggal
tulang-tulangnya bersepah), dan Kami (lakukan ini ialah untuk) menjadikan
engkau sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi umat manusia; dan lihatlah
kepada tulang-tulang (keldai) itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali
kemudian Kami menyalutnya dengan daging ". Maka apabila telah jelas kepadanya
(apa yang berlaku itu), berkatalah dia: Sekarang aku mengetahuinya (dengan
yakin), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu". |
|
26 |
Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan
(pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan
yang) menyakiti, seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang
membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk
kepada manusia (riak), dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan
hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah seperti batu licin yang ada
tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya
bersih licin (tidak bertanah lagi). (Demikianlah juga halnya orang-orang yang
kafir dan riak itu) mereka tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa
yang mereka usahakan. Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk
kepada kaum yang kafir. |
|
27 |
Sebelum (Al-Quran diturunkan), menjadi
petunjuk bagi umat manusia. Dan Ia juga yang menurunkan Al-Furqaan (yang
membezakan antara yang benar dengan yang salah). Sesungguhnya orang-orang
yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah itu, bagi mereka azab seksa
yang amat berat. Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi berhak membalas
dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah). |
|
28 |
"Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya
Engkaulah yang akan menghimpunkan sekalian manusia, untuk (menerima
balasan pada) suatu hari (hari kiamat) yang tidak ada syak padanya".
Sesungguhnya Allah tidak memungkiri janjiNya. |
|
29 |
Dihiaskan (dan dijadikan indah)
kepada manusia: kesukaan kepada benda-benda yang diingini nafsu, iaitu
perempuan-perempuan dan anak-pinak; harta benda yang banyak bertimbun-timbun,
dari emas dan perak; kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih; dan
binatang-binatang ternak serta kebun-kebun tanaman. Semuanya itu ialah
kesenangan hidup di dunia. Dan (ingatlah), pada sisi Allah ada tempat kembali
yang sebaik-baiknya (iaitu Syurga). |
|
30 |
Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar
akan ayat-ayat keterangan Allah dan membunuh Nabi-nabi dengan jalan yang
tidak benar, serta membunuh orang-orang yang menyeru manusia supaya
berlaku adil maka sampaikanlah berita yang mengembirakan mereka, dengan azab
seksa yang tidak terperi sakitnya. |
|
31 |
Tidaklah patut bagi
seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Kitab agama dan
hikmat serta pangkat Nabi, kemudian ia tergamak mengatakan kepada orang ramai:
"Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menyembahku dengan meninggalkan
perbuatan menyembah Allah". Tetapi (sepatutnya ia berkata):
"Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin (yang hanya menyembah
Allah Taala - dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa
mengajarkan isi Kitab Allah itu, dan kerana kamu selalu mempelajarinya. |
|
32 |
Sesungguhnya Rumah Ibadat yang mula-mula
dibina untuk manusia (beribadat kepada Tuhannya) ialah Bakkah yang
berkat dan (dijadikan) petunjuk hidayah bagi umat manusia. |
|
33 |
Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan
bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala
perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan
keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). Dan
kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang
semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara
mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka: orang-orang yang fasik. |
|
34 |
(Al-Quran) ini ialah penerangan kepada
seluruh umat manusia, dan petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang
yang (hendak) bertaqwa. |
|
35 |
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil
perjanjian setia dari orang-orang yang telah diberikan Kitab (iaitu):
"Demi sesungguhnya! Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu kepada
umat manusia, dan jangan sekali-kali kamu menyembunyikannya".
Kemudian mereka membuang (perjanjian setia) itu ke belakang mereka, serta
mereka menukarnya dengan mengambil faedah dunia yang sedikit. Maka amatlah
buruknya apa yang mereka dapati dari penukaran (Kalamullah dan janjiNya) itu. |
|
36 |
Wahai sekalian manusia! Bertaqwalah
kepada Tuhan kamu yang telah menjadikan kamu (bermula) dari diri yang satu
(Adam), dan yang menjadikan daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya -
Hawa), dan juga yang membiakkan dari keduanya - zuriat keturunan - lelaki dan
perempuan yang ramai. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta
dengan menyebut-yebut namaNya, serta peliharalah hubungan (silaturrahim) kaum
kerabat; kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu. |
|
37 |
Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban
hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan
lemah. |
|
38 |
Iaitu orang-orang yang bakhil dan
menyuruh manusia supaya bakhil serta menyembunyikan apa-apa jua
yang Allah berikan kepada mereka dari limpah kurnianya. Dan (sebenarnya) Kami
telah sediakan bagi orang-orang kafir itu azab seksa yang amat menghina; |
|
39 |
Dan juga orang-orang yang membelanjakan
hartanya dengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan mereka
tidak pula beriman kepada Allah dan tidak juga beriman kepada hari akhirat.
Dan sesiapa yang (mengambil) Syaitan itu menjadi kawannya, maka seburuk-buruk
kawan ialah syaitan. |
|
40 |
Patutkah ada bagi mereka (kaum Yahudi itu)
sesuatu bahagian dari kekuasaan memerintah? (Tidak, bahkan kalau ada) maka
sudah tentu mereka tidak akan memberikan sedikitpun kebaikan
kepada manusia. |
No comments:
Post a Comment