|
KELDAI |
|
|
1 |
Atau (tidakkah engkau pelik memikirkan) tentang orang yang melalui sebuah negeri yang telah runtuh segala
bangunannya, orang itu berkata: "Bagaimana Allah akan menghidupkan
(membina semula) negeri ini sesudah matinya (rosak binasanya)? " Lalu ia
dimatikan oleh Allah (dan dibiarkan tidak berubah) selama seratus tahun,
kemudian Allah hidupkan dia semula lalu bertanya kepadanya: "Berapa lama
engkau tinggal (di sini)?" Ia menjawab: "Aku telah tinggal (di
sini) sehari atau setengah hari". Allah berfirman:" (Tidak benar),
bahkan engkau telah tinggal (berkeadaan demikian) selama seratus tahun. Oleh
itu, perhatikanlah kepada makanan dan minumanmu, masih tidak berubah
keadaannya, dan perhatikanlah pula kepada keldaimu (hanya tinggal
tulang-tulangnya bersepah), dan Kami (lakukan ini ialah untuk) menjadikan
engkau sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi umat manusia; dan lihatlah kepada
tulang-tulang (keldai) itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami
menyalutnya dengan daging ". Maka apabila telah jelas kepadanya (apa
yang berlaku itu), berkatalah dia: Sekarang aku mengetahuinya (dengan yakin),
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu". |
|
2 |
Dan (Allah menjadikan) kuda dan baghal
serta keldai untuk kamu menunggangnya, dan untuk menjadi perhiasan;
dan Ia menjadikan apa yang kamu tidak mengetahuinya. |
|
3 |
(Sifat-sifat Nabi itu telahpun
diterangkan dalam Kitab Taurat tetapi orang-orang Yahudi tidak juga
mempercayainya, maka) bandingan orang-orang (Yahudi) yang ditanggungjawab dan
ditugaskan (mengetahui dan melaksanakan hukum) Kitab Taurat, kemudian mereka
tidak menyempurnakan tanggungjawab dan tugas itu, samalah
seperti keldai yang memikul bendela Kitab-kitab besar (sedang ia
tidak mengetahui kandungannya). Buruk sungguh bandingan kaum yang mendustakan
ayat-ayat keterangan Allah; dan (ingatlah), Allah tidak memberi hidayah
petunjuk kepada kaum yang zalim. |
|
4 |
Seolah-olah mereka
sekawan keldai liar yang lari, |
No comments:
Post a Comment