|
UTUSAN (RASUL)-NYA |
|
|
1 |
Sesungguhnya Allah telah
mengurniakan (rahmatNya) kepada orang-orang yang beriman, setelah Ia
mengutuskan dalam kalangan mereka seorang Rasul dari bangsa mereka sendiri,
yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (kandungan Al-Quran), dan
membersihkan mereka (dari iktiqad yang sesat), serta mengajar mereka Kitab
Allah (Al-Quran) dan Hikmah (pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum
Syariat). Dan sesungguhnya mereka sebelum itu adalah dalam kesesatan yang
nyata. |
|
2 |
Allah tidak sekali-kali akan
membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan yang kamu ada seorang
(bercampur aduk mukmin dan munafik, bahkan Ia tetap menguji kamu) sehingga Ia
memisahkan yang buruk (munafik) daripada yang baik (beriman). Dan Allah tidak
sekali-kali akan memperlihatkan kepada kamu perkara-perkara yang Ghaib akan
tetapi Allah memilih dari RasulNya sesiapa yang dikehendakiNya (untuk
memperlihatkan kepadanya perkara-perkara yang Ghaib). Oleh itu berimanlah
kamu kepada Allah dan Rasul-rasulNya; dan kamu beriman dan bertaqwa, maka
kamu akan beroleh pahala yang besar. |
|
3 |
Dan (ingatlah) ketika Allah
mengambil perjanjian setia dari orang-orang yang telah diberikan Kitab
(iaitu): "Demi sesungguhnya! Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu
kepada umat manusia, dan jangan sekali-kali kamu menyembunyikannya".
Kemudian mereka membuang (perjanjian setia) itu ke belakang mereka, serta
mereka menukarnya dengan mengambil faedah dunia yang sedikit. Maka amatlah
buruknya apa yang mereka dapati dari penukaran (Kalamullah dan janjiNya) itu.
|
|
4 |
Di mana jua kamu berada, maut akan
mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam
benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh. Dan kalau mereka beroleh kebaikan
(kemewahan hidup), mereka berkata: "Ini adalah dari sisi Allah",
dan kalau pula mereka ditimpa bencana, mereka berkata:" Ini adalah dari
(sesuatu nahas) yang ada padamu". Katakanlah (wahai Muhammad):
"Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi
Allah". Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak
memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)? |
|
5 |
Dan jika mereka
mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah
mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya
dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan
yang sempurna. (fatir 25). Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya)
akibat kemurkaan-Ku. (Fatir 25-26) |
|
6 |
Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(AlHujurat 1)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi
suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras,
sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya
tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.(2)
Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah
orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi
mereka ampunan dan pahala yang besar. (3) (AlHujurat 3) |
|
7 |
Maka segeralah kembali
kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang
nyata dari Allah untukmu. (50) Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain
disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari
Allah untukmu.(51) Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada
orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Dia
adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".(52) Apakah mereka saling
berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang
melampaui batas.(53) (AzZariyat 50-53) |
No comments:
Post a Comment