|
HIJRAH |
|
|
1 |
Dan sesiapa yang berhijrah pada
jalan Allah (untuk membela dan menegakkan Islam), nescaya ia akan dapati di
muka bumi ini tempat berhijrah yang banyak dan rezeki yang makmur; dan
sesiapa yang keluar dari rumahnya dengan tujuan berhijrah kepada Allah dan
RasulNya, kemudian ia mati (dalam perjalanan), maka sesungguhnya telah tetap
pahala hijrahnya di sisi Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun, lagi
Maha Mengasihani. |
|
2 |
Dan berdoalah dengan berkata: ` Wahai Tuhanku, turunkanlah
daku di tempat turun yang berkat, dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi
tempat ' |
|
3 |
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan
Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah:
218) |
|
4 |
Maka
Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya
Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik
laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari
sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung
halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang gugur, pasti
akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam
surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah.
Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.” (Ali
Imran: 195) |
|
5 |
Maka
mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang
munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran),
disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk
kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan
sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk)
kepadanya. (88) Mereka
menginginkan agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir,
sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan sebagian
dari mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka hijrah di jalan Allah.
Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana
saja kamu menjumpai mereka, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara
mereka sebagai teman setia dan penolong, (89) kecuali
orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum, yang antara kamu dan
kaum itu telah ada perjanjian (damai), atau mereka datang kepadamu sedang
hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya.
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka
(dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka
membiarkan kamu, tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu
(menyerah), maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan
membunuh) mereka. (90) (An-Nisa:
88-90) |
|
6 |
Sesungguhnya
orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan mendzalimi diri
sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka
menjawab, “Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).” Mereka (para
malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat
berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” Maka mereka itu tempatnya di
neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali, (97) kecuali
mereka yang tertindas itu, baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak,
mereka tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah), (98) maka
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan Allah Maha Pemaaf lagi Maha
Pengampun. (99) Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan
mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak.
Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan
Rasul-Nya, kemudian kematian menjemputnya (sebelum sampai ke tempat yang
dituju), maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (100) (An-Nisa:
97-100) |
|
7 |
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan
jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan
pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan
(terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada
kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah.
(Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan)
agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang
telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat
terhadap apa yang kamu kerjakan. (72) Dan
orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika
kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling
melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
(73) Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan
Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan
(kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman.
Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia. (74) Dan
orang-orang yang beriman setelah itu, kemudian berhijrah dan berjihad
bersamamu, maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai
hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada
yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (75) (Al-Anfal:
72-75) |
|
8 |
Apakah
orang-orang yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan
mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah
dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi
Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang berbuat
dzalim. (19) Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan
Allah, dengan harta dan jiwanya, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi
Allah. Dan mereka itulah orang-orang beruntung. (20) (At-Taubah:
19-20) |
|
9 |
Sungguh,
Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang
Anshar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan
dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. (At-Taubah:
117) |
|
10 |
Dan
orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka didzalimi, pasti akan
Kami berikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sungguh pahala di
akhirat itu lebih besar, sekiranya mereka mengetahui. (An-Nahl:
41) |
|
11 |
Kemudian
sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah setelah
menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar. Sesungguhnya Tuhanmu
setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (
An-Nahl: 110) |
|
12 |
Dan
orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau
mati, sungguh Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga).
Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. (58) Sungguh, Dia
(Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka
sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (59) (Al-Hajj:
58-59) |
|
13 |
Maka Luth
membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku
harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku. Sesungguhnya Dialah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Ankabut:
26) |
|
14 |
Harta
rampasan (fai’) dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang
berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat
(Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang
berada dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara
orang-orang yang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu
maka terimalah, dan apa yang dilarangnya untukmu maka tinggalkanlah. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (7)
(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir
dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia
dan keridhaan Allah dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka
itulah orang-orang yang benar. (8) (Al-Hasyr:
7-8) |
|
15 |
Wahai
orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah
kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui
tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka
(benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada
orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang
kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah
kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa
bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar maharnya kepada mereka. Dan
janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan
perempuan-perempuan kafir, dan hendaklah kamu meminta kembali mahar yang
telah kamu berikan, dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta
kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah
beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (10) Dan jika
ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari
istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan
mereka, maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang
istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah
kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman. (11) (Al-Mumtahanah:
10-11) |
No comments:
Post a Comment