|
MUNAFIK |
|
|
1 |
Dan di
antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,”
padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. (8) Mereka
menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu
diri sendiri tanpa mereka sadari. (9) Dalam hati mereka ada penyakit, lalu
Allah menambah penyakitnya itu. Dan mereka mendapat azab yang pedih karena
mereka berdusta. (10) Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat
kerusakan di muka bumi.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru
orang-orang yang melakukan perbaikan.” (11) Ingatlah, sesungguhnya merekalah
yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (12) Dan apabila
dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah
beriman.” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang
kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang
yang kurang akal, tetapi mereka tidak mengetahui. (13) Dan apabila mereka
berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah
beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin)
mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanyalah
berolok-olok.” (14) Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan
mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (15) Mereka itulah yang membeli
kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan
mereka tidak memperoleh petunjuk. (16) Perumpamaan mereka seperti orang-orang
yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan
cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka berada dalam kegelapan,
tidak dapat melihat. (17) Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak
dapat kembali. (18) Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari
langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga
dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah
meliputi orang-orang yang kafir. (19) Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan
mereka. Setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar)
itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah
menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (20) (Al-Baqarah:
8-20) |
|
2 |
Dan
apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,
“Kami telah beriman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka
bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah
diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan
Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?”. (Al-Baqarah:
76) |
|
3 |
Sesungguhnya
orang-orang munafik itu melakukan tipu daya (terhadap agama) Allah (dengan
perbuatan pura-pura beriman sedang mereka kafir pada batinnya), dan Allah
pula tetap membalas tipu daya mereka (dengan membiarkan mereka dalam keadaan
munafik). Mereka pula apabila berdiri hendak sembahyang, mereka berdiri
dengan malas. Mereka (hanya bertujuan) riak (memperlihatkan sembahyangnya)
kepada manusia (supaya disangka bahawa mereka orang yang beriman), dan mereka
pula tidak mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang) melainkan
sedikit sekali (jarang-jarang). |
|
4 |
Dan di
antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan
engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya,
padahal dia adalah penentang yang paling keras. (204) Dan apabila dia
berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi,
serta merusak tanam-tanaman dan ternak, padahal Allah tidak menyukai kerusakan.
(205) Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kamu kepada Allah,”
bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka
Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) seburuk-buruk tempat tinggal. (206) (Al-Baqarah:
204-206) |
|
5 |
Beginilah
kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman
kepada semua kitab. Dan apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata,
“Kami beriman,” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari
karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu
itu.” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (119) Jika kamu
memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Tetapi jika kamu tertimpa
musibah, mereka bergembira karenanya. Dan jika kamu bersabar dan bertakwa,
tipu daya mereka tidak akan menyusahkanmu sedikit pun. Sesungguhnya Allah
Maha Meliputi terhadap segala apa yang mereka kerjakan. (120) (Ali
Imran: 119-120) |
|
6 |
Kemudian
setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa)
kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah
dicemaskan oleh diri mereka sendiri. Mereka berprasangka yang tidak benar
terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, “Adakah sesuatu
yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Muhammad),
“Sesungguhnya segala urusan itu ada di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan
dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata,
“Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita
tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Muhammad), “Meskipun
kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati
terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat
demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa
yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Ali
Imran: 154) |
|
7 |
Dan untuk
menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, “Marilah berperang
di jalan Allah atau pertahankanlah dirimu.” Mereka berkata, “Sekiranya kami
mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikutimu.” Mereka
pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka
mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (167) (Mereka itu adalah)
orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan tidak turut ikut pergi
berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.”
Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu memang orang-orang
yang benar.” (168) (Ali
Imran: 167-168) |
|
8 |
Jangan
sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang merasa senang dengan apa yang telah
mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka
lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab.
Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih. (Ali
Imran: 188) |
|
9 |
Tidakkah
engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah
beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan
sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Thagut,
padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Thagut itu. Dan setan
bermaksud menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. (60) Dan apabila dikatakan
kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan
(patuh) kepada Rasul,” niscaya engkau (Muhammad) melihat orang-orang munafik
menghalangimu dengan keras. (61) Maka
bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik)
disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka mendatangimu
sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain
hanya kebaikan dan kedamaian.” (62) Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya)
Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu
dari mereka dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka
perkataan yang membekas pada jiwanya. (63) (An-Nisa:
60-63) |
|
10 |
Dan
mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.”
Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari
mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) berbeda dengan
yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di
malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan bertawakkallah kepada
Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
(An-Nisa:
81) |
|
11 |
Maka
mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang
munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran)
disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk
kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan
sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi
petunjuk) baginya. (An-Nisa:
88) |
|
12 |
Kelak
akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka
hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka
diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena
itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian
kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah
mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui, dan merekalah orang yang
Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan
membunuh) mereka. (An-Nisa:
91) |
|
13 |
Dan
janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati
dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat
lagi bergelimang dosa, (107) mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi
mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka,
ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak
diridhai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.
(108) Itulah kamu, Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia
ini. Tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari
Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (dari azab Allah)? (109) (An-Nisa:
107-109) |
|
14 |
Dan
sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an)
bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan
(oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum
mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan
mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan
mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka
Jahanam, (140) (yaitu)
orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu.
Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, “Bukankah kami
(turut berperang) bersama kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian,
mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari
orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada
hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk
mengalahkan orang-orang beriman. (141) Sesungguhnya
orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah lah yang menipu mereka.
Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka
bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat
Allah kecuali sedikit sekali. (142) Mereka dalam keadaan ragu antara
yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang
beriman) dan tidak pula kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa
dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk
memberi petunjuk) baginya. (143) Wahai
orang-orang yang beriman, Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai
pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan
yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)? (144) Sesungguhnya orang-orang
munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan
kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (145) (An-Nisa:
140-145) |
|
15 |
Wahai
Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba
dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut
mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan juga
orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan
sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah
datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang
sebenarnya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah
diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka
berhati-hatilah.” Barangsiapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat,
sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk
menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki
Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan
kelak di akhirat akan mendapat azab yang besar. (Al-Maidah:
41) |
|
16 |
Maka kamu
akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka
(Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.”
Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau
suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa
yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (Al-Maidah:
52) |
|
17 |
Dan
apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan,
“Kami telah beriman,” padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan
mereka pergi pun demikian. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka
sembunyikan. (Al-Maidah:
61) |
|
18 |
Bagaimana
mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan
atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak
pula (mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya,
sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak
menepati janji). (At-Taubah:
8) |
|
19 |
Jika
engkau (Muhammad) mendapat kebaikan, mereka merasa tidak senang; tetapi jika
engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah
berhati-hati (tidak pergi berperang),” dan mereka berpaling dengan perasaan
gembira. (At-Taubah:
50) |
|
20 |
Dan
mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa
sesungguhnya mereka termasuk golonganmu, padahal mereka bukanlah dari
golonganmu, akan tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu). (56)
Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, gua-gua atau lubang-lubang
(dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
(57) Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah
(zakat). Jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, namun jika mereka
tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah. (58) (At-Taubah:
56-58) |
|
21 |
Orang-orang
munafik itu khawatir jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang
tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Teruskanlah
berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan
mengungkapkan apa yang kamu takuti itu. (64) Dan jika kamu tanyakan kepada
mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau
dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya
serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (65) Tidak
perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami
memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertaubat), niscaya Kami akan
mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang selalu berbuat dosa. (66) Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan,
satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan
mencegah dari berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya
(kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka.
Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (67) Allah
menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan
orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah
(neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka, dan mereka mendapat azab
yang kekal. (68) (At-Taubah:
64-68) |
|
22 |
Wahai
Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan
bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam, dan
itulah seburuk-buruk tempat kembali. (73) Mereka (orang munafik) bersumpah
dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti
Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah
menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang tidak dapat mereka
capai; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan
Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka
bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka. Namun jika mereka berpaling,
niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan
akhirat, dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dan tidak pula seorang
penolong di bumi. (74) (At-Taubah:
73-74) |
|
23 |
Orang-orang
Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar
tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (97) Dan di antara orang-orang Arab
Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai
suatu kerugian, dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan
ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (98) (
At-Taubah: 97-98) |
|
24 |
Dan di
antara orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitarmu, ada orang-orang
munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik),
mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui
mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Kelak mereka akan Kami siksa dua kali,
kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (At-Taubah:
101) |
|
25 |
Dan (di
antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk
menimbulkan bahaya (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk
memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan
orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka
dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi
saksi bahwa mereka itu para pendusta (dalam sumpahnya). (107) Janganlah
engkau melaksanakan shalat di masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang
dibangun atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau
melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (108)
Maka
apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada
Allah dan keridhaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan
bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh
bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang berbuat dzalim. (109) Bangunan yang mereka
dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai
hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (110) (At-Taubah:
107-110) |
|
26 |
Dan
apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik)
ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan
(turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini
menambah imannya dan mereka merasa gembira. (124) Dan adapun orang-orang yang
di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah
kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.
(125) (At-Taubah:
124-125) |
|
27 |
Dia
(Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan
bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang yang berhati
keras. Dan orang-orang yang dzalim itu benar-benar dalam permusuhan yang
jauh. (Al-Hajj:
53) |
|
28 |
Dan
mereka (orang-orang munafik) berkata, “Kami telah beriman kepada Allah dan
Rasul (Muhammad), dan kami mematuhi (keduanya).” Kemudian sebagian dari
mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman. (47)
Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar (Rasul) memutuskan
perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk
datang). (48) Tetapi jika kebenaran berada di pihak mereka, mereka datang
kepadanya (Rasul) dengan patuh. (49) Apakah (ketidakhadiran mereka) karena
dalam hati mereka ada penyakit, atau karena mereka ragu-ragu ataukah karena
takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku dzalim kepada mereka?
Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang dzalim. (50) (An-Nur:
47-50) |
|
29 |
Dan di
antara manusia ada sebagian orang yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,”
tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap
cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari
Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu.”
Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?
(10) Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti
mengetahui orang-orang yang munafik. (11) (Al-Ankabut:
10-11) |
|
30 |
Sungguh,
jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan
orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari
menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau untuk memerangi mereka,
kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar,
(60) dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka akan
ditangkap dan dibunuh tanpa ampun. (61) Sebagai sunnah Allah yang (berlaku
juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan engkau tidak
akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. (62) (Al-Ahzab:
60-62) |
|
31 |
sehingga
Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang
musyrik laki-laki dan perempuan. Dan Allah akan menerima taubat orang-orang
mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab:
73) |
|
32 |
Atau
apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak
akan menampakkan kedengkian mereka? (29) Dan sekiranya Kami menghendaki,
niscaya Kami perlihatkan mereka kepadamu (Muhammad) sehingga engkau
benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya, dan engkau
benar-benar akan mengenal mereka dari nada bicaranya. Dan Allah mengetahui segala
amal perbuatan kamu. (30) (Muhammad:
29-30) |
|
33 |
dan Dia
mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang
musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah.
Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk. Allah murka kepada mereka dan
mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka
Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali. (Al-Fath:
6) |
|
34 |
Orang-orang
Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu,
“Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan
untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan mulutnya sesuatu yang tidak ada dalam
hatinya. Katakanlah, “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak
Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki
keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu
kerjakan.” (Al-Fath:
11) |
|
35 |
Pada hari
orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang
beriman, “Tunggulah kami, kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka)
dikatakan, ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya
(untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu.
Di bagian dalamnya ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab. (13) Orang-orang
munafik memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?”
Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya
menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai
datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang
Allah.” (14) (Al-Hadid:
13-14) |
|
36 |
Apabila
orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui
bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau
benar-benar Rasul-Nya, dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu
benar-benar pendusta. (1) Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai
perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh,
betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan. (2) Yang
demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi
kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat memahami. (3)
Dan apabila engkau melihat mereka, fisik mereka mengagumkanmu. Dan jika
mereka berkata, engkau terpukau dengan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu
yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka.
Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka. Allah
membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?
(4) Dan
apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman), agar Rasulullah
memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau melihat mereka
berpaling dengan menyombongkan diri. (5) Sama saja bagi mereka, engkau
(Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka ataukah tidak, Allah tidak akan
mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasik. (6) Mereka
yang berkata (kepada orang-orang Ansar), “Janganlah kamu bersedekah kepada
orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar
(meninggalkan Rasulullah).” Padahal hanya milik Allah segala perbendaharaan
langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (7) Mereka
berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani
Musthaliq), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah
dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi
orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui. (8) (Al-Munafikun: 1-8) |
No comments:
Post a Comment