|
JIHAD |
|
|
1 |
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan
jihad yang sebenar-benarnya Dia lah yang memilih kamu (untuk mengerjakan
suruhan agamanya); dan Ia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan
dan susah payah dalam perkara agama, agama bapa kamu Ibrahim. Ia menamakan
kamu: "orang-orang Islam" semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran)
ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran
perbuatan kamu, dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi
keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu,
dirikanlah sembahyang, dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu
kepada Allah! Dia lah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dia
lah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan. |
|
2 |
Dan berapa banyak dari Nabi-nabi (dahulu)
telah berperang dengan disertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada
Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa
mereka pada jalan (agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenaga dan tidak
pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengasihi orang-orang
yang sabar. |
|
3 |
Dan tidaklah ada yang mereka ucapkan (semasa
berjuang), selain daripada berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami!
Ampunkanlah dosa-dosa kami dan perbuatan kami yang melampau dalam urusan
kami, dan teguhkanlah tapak pendirian kami (dalam perjuangan); dan tolonglah
kami mencapai kemenangan terhadap kaum yang kafir. |
|
4 |
Demi sesungguhnya! Jika kamu terbunuh pada
jalan Allah (dalam perang Sabil), atau kamu mati (mati biasa - semasa
mengerjakan kebajikan umum), sesungguhnya keampunan dari Allah dan rahmatNya
adalah lebih baik (bagi kamu) dari apa yang mereka (orang-orang kafir dan
munafik) itu himpunkan (meliputi segala jenis kesenangan hidup). |
|
5 |
Dan jangan sekali-kali engkau menyangka
orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati,
(mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi
Tuhan mereka dengan mendapat rezeki; |
|
6 |
(Dan juga) mereka bersukacita dengan
kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka,
dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya)
orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang,
yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada
kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan
mereka pula tidak akan berdukacita. |
|
7 |
Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami
pahala yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasulMu, dan
janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat; sesungguhnya Engkau tidak
memungkiri janji". (194) Maka Tuhan mereka perkenankan doa mereka
(dengan firmanNya): "Sesungguhnya Aku tidak akan sia-siakan amal
orang-orang yang beramal dari kalangan kamu, sama ada lelaki atau perempuan,
(kerana) setengah kamu (adalah keturunan) dari setengahnya yang lain; maka
orang-orang yang berhijrah (kerana menyelamatkan agamanya), dan yang diusir
ke luar dari tempat tinggalnya, dan juga yang disakiti (dengan berbagai-bagai
gangguan) kerana menjalankan agamaKu, dan yang berperang (untuk
mempertahankan Islam), dan yang terbunuh (gugur Syahid dalam perang Sabil) -
sesungguhnya Aku akan hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, dan sesungguhnya
Aku akan masukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa
sungai, sebagai pahala dari sisi Allah. Dan di sisi Allah jualah pahala yang
sebaik-baiknya (bagi mereka yang beramal soleh). (195) |
|
8 |
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah
kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang
berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh,
di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di
daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu
berjaya (mencapai kemenangan). |
|
9 |
Wahai orang-orang yang beriman, bersedialah
dan berjaga-jagalah (sebelum kamu menghadapi musuh), kemudian (bila
dikehendaki) maralah (ke medan perang) sepuak demi sepuak, atau (jika perlu)
maralah serentak beramai-ramai. |
|
10 |
Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya
dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami
sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika
mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya. (22) Berkatalah dua
orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi
nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang
(kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya
kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang
beriman. (23) Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan
memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah
kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya
duduk menanti disini saja (24) Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak
menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara
kami dengan orang-orang yang fasik itu. (25) (Al Maidah 22-25) |
|
11 |
dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang
yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan,
lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk
membawamu". lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata
karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka
nafkahkan. (At Taubah 92) |
|
12 |
Mereka ingin
supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu
menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka
penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika
mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan
janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan
jangan (pula) menjadi penolong, (An Nisa 89) |
|
13 |
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan)
yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula)
dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun
terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak)
mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka
(dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah
orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan
membunuh) mereka. ( An Nisa 91) |
|
14 |
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang
yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (190) Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai
mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah);
dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu
memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di
tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka.
Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (191) (Al Baqarah 190-191) |
|
15 |
Tidakkah engkau (hairan) melihat
(wahai Muhammad), akan orang-orang yang (pernah) dikatakan kepada mereka:
"Tahanlah tangan kamu (daripada bertindak melancarkan perang yang
belum diizinkan), dan dirikanlah sembahyang serta berikanlah
zakat". (Mereka meminta juga hendak berperang), kemudian apabila mereka
diperintahkan berperang, tiba-tiba sepuak di antara mereka merasa gerun
kepada manusia sama seperti mereka merasa gerun kepada (azab) Allah atau
lebih gerun lagi. Lalu mereka (merayu kepada Allah dengan) berkata:
"Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan kami berperang (pada
saat ini)? Mengapa Engkau tidak biarkan kami hingga ke tempoh yang singkat
(iaitu akhir hayat kami)?" Katakanlah (wahai Muhammad): "Harta
benda yang menjadi kesenangan di dunia ini adalah sedikit sahaja, (dan
akhirnya akan lenyap), dan (balasan) hari akhirat itu lebih baik lagi bagi
orang-orang yang bertaqwa (kerana ia lebih mewah dan kekal selama-lamanya),
dan kamu pula tidak akan dianiaya sedikit pun". |
|
16 |
Dan apabila engkau (wahai Muhammad)
berada dalam kalangan mereka (semasa perang), lalu engkau
mendirikan sembahyang dengan (menjadi imam) mereka, maka hendaklah
sepuak dari mereka berdiri (mengerjakan sembahyang) bersama-samamu, dan
hendaklah mereka menyandang senjata masing-masing; kemudian apabila mereka
telah sujud, maka hendaklah mereka berundur ke belakang (untuk menjaga
serbuan musuh); dan hendaklah datang pula puak yang lain (yang kedua) yang
belum sembahyang (kerana menjaga serbuan musuh), maka hendaklah
mereka bersembahyang (berjamaah) bersama-samamu, dan hendakah mereka
mengambil langkah berjaga-jaga serta menyandang senjata masing-masing.
Orang-orang kafir memang suka kalau kamu cuai lalai akan senjata dan harta
benda kamu, supaya dengan jalan itu mereka dapat menyerbu kamu beramai-ramai
dengan serentak. Dan tidaklah kamu berdosa meletakkan senjata masing-masing,
jika kamu dihalangi sesuatu yang menyusahkan disebabkan hujan atau kamu
sakit. Dan hendaklah kamu mengambil langkah berjaga-jaga. Sesungguhnya Allah
telah menyediakan bagi orang-orang kafir itu azab seksa yang amat menghina. |
No comments:
Post a Comment