|
FIRAUN |
|
|
1 |
Dan, berkata Firaun, 'Hai Haman,
buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke
pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa
dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta'." (Almu'min: 36-37). |
|
2 |
Dan, berkata Firaun, 'Hai pembesar
kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah, hai
Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi
supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa. Dan, sesungguhnya, aku benar-benar
yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta'. (Al Qashash: 38). |
|
3 |
HUD Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,(96) kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.(97) Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.(98) Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. La'nat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. (99) (Hud 96-99) |
|
4 |
TAHA Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".(Taha 77) Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (78) Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.(79) Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa. (80) Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.(81) Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (82) (Taha 77-82) |
|
5 |
AL ARAF Negeri-negeri (yang telah Kami
binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan
sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa
bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang
dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati
orang-orang kafir.(101) Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi
janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.
(102) Kemudian Kami utus Musa sesudah
rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun dan
pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka
perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.(103) Dan
Musa berkata: "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan
dari Tuhan semesta alam,(104) wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap
Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa
bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama
aku.(105) Fir'aun menjawab: "Jika benar
kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu
termasuk orang-orang yang benar"(106) Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya,
lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.(107) Dan ia
mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih
bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.(108) Pemuka-pemuka
kaum Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang
pandai,(109) yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu".
(Fir'aun berkata): "Maka apakah yang kamu anjurkan? (110) Pemuka-pemuka
itu menjawab: "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke
kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),(111)
supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai.(112) Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun mengatakan: "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"(113) Fir'aun menjawab: "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".(114) Ahli-ahli sihir berkata: "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan? (115) Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan).(116) Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!". Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. (117) (AlAraf 102-117) |
|
6 |
AL QAMAR Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan
Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (40)
Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman.(41) Mereka
mendustakan mukjizat Kami semuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari
Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa (42) Apakah orang-orang kafirmu lebih baik
dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari
azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu (43) Atau apakah mereka mengatakan:
"Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang.(44) Golongan
itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.(45) Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.(46) Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.(47) (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka!"(48) Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.(49) Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.(50) Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?(51) Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (52) Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. (53) (AlQamar 40-53) |
|
7 |
AN NAZIAT Sudah sampaikah kepadamu kisah
Musa.(15) Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah
Thuwa;(16) "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah
melampaui batas, (17) dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan
bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).(18) Dan kamu akan kupimpin
ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya? (19) Lalu Musa
memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.(20) Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.(21) Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).(22) Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.(23) (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".(24) Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.(25) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).(26) Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,(27) (An Naziat 15-27) |
|
8 |
AL QASAS Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa;
"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah
dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula)
bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan
menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.(7) Maka dipungutlah ia oleh
keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang
bersalah. (8) Dan berkatalah isteri Fir'aun:
"(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu
membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia
menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.(9) Dan menjadi kosonglah
hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa,
seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang
percaya (kepada janji Allah).(10) Dan berkatalah ibu Musa kepada
saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah
olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,(11) dan Kami cegah
Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum
itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu
ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik
kepadanya?.(12) Maka kami kembalikan Musa kepada
ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui
bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahuinya.(13) Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami
berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(14) Dan Musa masuk ke
kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam
kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya
(Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang
yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang
yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa
berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).(15) Musa mendoa: "Ya Tuhanku,
sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah
aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.(16) Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi
nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan
menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".(17) Karena itu, jadilah
Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat
perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin
berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya:
"Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".(18) Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian".(19) Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".(20) Maka keluarlah Musa dari kota itu
dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya
Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu".(21) Dan
tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi):
"Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar".(22) Dan tatkala ia sampai di sumber air
negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan
(ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita
yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu
(dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak
dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan
(ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut
umurnya".(23) Maka Musa memberi minum ternak itu
untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu
berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan
yang Engkau turunkan kepadaku".(24) Kemudian datanglah kepada Musa salah
seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata:
"Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap
(kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi
bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya),
Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang
yang zalim itu".(25) Salah seorang dari kedua wanita itu
berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita),
karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada
kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".(26) Berkatalah dia
(Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah
seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan
tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan)
dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan
mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".(27) Dia (Musa) berkata: "Itulah
(perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan
itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan
Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".(28) Maka tatkala Musa
telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan
keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada
keluarganya: "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api,
mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu
atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan".(29) Maka tatkala Musa sampai ke (tempat)
api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya)
pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa,
sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.(30) dan lemparkanlah tongkatmu.
Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak
seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa
menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan
janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.(31) Masukkanlah tanganmu ke leher
bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan
dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu
adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir'aun dan
pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang
fasik"(32) Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah
membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.(33)
Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia
bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya
aku khawatir mereka akan mendustakanku".(34) Allah berfirman: "Kami akan
membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang
besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan
membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan
menang.(35) Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa)
mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: "Ini tidak lain
hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang
seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu".(36) Musa menjawab:
"Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari
sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri
akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang
zalim".(37) Dan berkata Fir'aun: "Hai
pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah
hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi
supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar
yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".(38) dan berlaku
angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi tanpa alasan yang benar dan
mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.(39) Maka
Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke
dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.(40) Dan
Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan
pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.(41) Dan Kami ikutkanlah laknat
kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang
yang dijauhkan (dari rahmat Allah).(42) Dan sesungguhnya telah Kami berikan
kepada Musa Al-Kitab sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu,
untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka
ingat.(43) Dan tidaklah kamu berada di sisi yang sebelah barat ketika
Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk
orang-orang yang menyaksikan.(44) Tetapi Kami telah mengadakan beberapa
generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu
tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada
mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul. (45) Dan tiadalah kamu berada di dekat
gunung Thur ketika Kami menyeru, tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu)
sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum yang
sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar
mereka ingat. (46) Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa
mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: "Ya Tuhan kami, mengapa
Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti
ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin".(47) Maka tatkala datang kepada mereka
kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Mengapakah tidak diberikan
kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?".
Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan
kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: "Musa dan Harun adalah
dua ahli sihir yang bantu membantu". Dan mereka (juga) berkata:
"Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu".(48)
Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab
itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Quran)
niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar".(49)
Maka jika mereka tidak menjawab
(tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa
nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang
mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (50)
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini kepada
mereka agar mereka mendapat pelajaran.(51) Orang-orang yang telah Kami
datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula)
dengan Al Quran itu. (52) Dan apabila dibacakan (Al Quran itu)
kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al
Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami
sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).(53) Mereka itu diberi
pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan
dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada
mereka, mereka nafkahkan.(54) Dan apabila mereka mendengar perkataan yang
tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi
kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami
tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".(55) Sesungguhnya kamu tidak akan dapat
memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk
kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang
mau menerima petunjuk. (56) Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti
petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan
apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci)
yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam
(tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi
kebanyakan mereka tidak mengetahui.(57) Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris(nya).(58) Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.(59) Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (60) (Al Qasas 7-60) |
|
9 |
YUNUS Kemudian sesudah rasul-rasul itu,
Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan
(membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan
diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.(75) Dan tatkala telah datang
kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya
ini adalah sihir yang nyata".(76) Musa berkata: "Apakah kamu
mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?"
padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan".(77) Mereka berkata: "Apakah kamu
datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek
moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di
muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua".(78) Fir'aun berkata
(kepada pemuka kaumnya): "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir
yang pandai!"(79) Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata
kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".(80) Maka setelah mereka lemparkan, Musa
berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya
Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan
membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.(81)
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun
orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).(82) Maka tidak ada yang
beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam
keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka.
Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan
sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.(83) Berkata Musa: "Hai kaumku, jika
kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu
benar-benar orang yang berserah diri".(84) Lalu mereka berkata:
"Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau
jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim,(85) dan selamatkanlah kami
dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir".(86) Dan
Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua
beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah
olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta
gembirakanlah orang-orang yang beriman".(87) Musa berkata: "Ya Tuhan kami,
sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya
perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami --
akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami,
binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka
tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih".(88) AlIah
berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua,
sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah
sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".(89)
Dan Kami memungkinkan Bani Israil
melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena
hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir
tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan
Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)".(90) Apakah sekarang (baru kamu percaya),
padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk
orang-orang yang berbuat kerusakan.(91) Maka pada hari ini Kami selamatkan
badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang
sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda
kekuasaan Kami.(92) Dan sesungguhnya Kami telah
menempatkan Bani Israil di ternpat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka
rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah
datang kepada mereka pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan
antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.(93) Maka
jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu,
maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.
Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu
janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.(94) Dan
sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi.(95) Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman,(96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (97) (Yunus 75-97) |
|
10 |
AS SAJDAH Dan siapakah yang lebih zalim
daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian
ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada
orang-orang yang berdosa (22) Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa
Al-Kitab , maka janganlah kamu ragu menerima dan Kami jadikan Al-Kitab itu
petunjuk bagi Bani Israil.(23) Dan Kami jadikan di antara mereka itu
pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka
sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (24) Sesungguhnya Tuhanmu
Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang
apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.(25) Dan apakah tidak menjadi petunjuk
bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan
sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah).
Maka apakah mereka tidak mendengarkan?(26) Dan mereka bertanya: "Bilakah
kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?"(28)
Katakanlah: "Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang
kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh".(As Sajdah 29)
Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga)
menunggu.(30) Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(31) dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (32) dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.(33) (As Sajdah 22-33) |
|
11 |
AL ISRA Dan sesungguhnya Kami telah
memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah
kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata
kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena
sihir".(101) Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui,
bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang
memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya
aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa".(102) Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir
mereka (Musa dan pengikut-pengikutnya) dari bumi itu, maka Kami tenggelamkan
dia (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya,(103) dan
Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil: "Diamlah di negeri ini,
maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam
keadaan bercampur baur (dengan musuhmu). (104) Dan Kami turunkan itu dengan
sebenar-benarnya dan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu,
melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (105) Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (106) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (107) dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".(108) Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.(109) (Al Isra 101-109) |
|
12 |
AL MUMINUN Sesungguhnya Kami menolong
rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada
hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),(51) (yaitu) hari yang tidak
berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat
dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.(52) Dan sesungguhnya telah Kami
berikan petunjuk kepada Musa; dan Kami wariskan kitab kepada Bani Israil,(53)
untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir.(54) Maka bersabarlah kamu, karena
sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan
bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.(55)
Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa
alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan
hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan
mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.(56) Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(57) Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. (58) Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.(59) (Al Muminun 51-59) |
|
13 |
AL MUMIN Dan apakah mereka tidak mengadakan
perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang
sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan
(lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka
disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung
dari azab Allah. (21) Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada
mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka
kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras
hukuman-Nya.(22) Dan sesungguhnya telah Kami utus
Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,(23) kepada
Fir'aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli
sihir yang pendusta".(24) Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa
kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: "Bunuhlah anak-anak orang-orang
yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita
mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia
(belaka).(25) Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya):
"Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya,
karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan
kerusakan di muka bumi".(26) Dan Musa berkata: "Sesungguhnya
aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang
menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab".(27) Dan
seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang
menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang
laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah
datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika
ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika
ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu
akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang
melampaui batas lagi pendusta.(28) (Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".(29) Dan orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.(30) (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.(31) (Al Mumin 21-31) |
No comments:
Post a Comment