|
KAABAH |
|
|
1 |
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu ingat halal membuat sesuka hati mengenai syiar-syiar agama Allah, dan
mengenai bulan-bulan yang dihormati, dan mengenai binatang-binatang yang
dihadiahkan (ke Makkah untuk korban), dan mengenai kalong-kalong binatang
hadiah itu, dan mengenai orang-orang yang menuju ke Baitullah Al-Haraam, yang
bertujuan mencari limpah kurnia dari Tuhan mereka (dengan jalan perniagaan)
dan mencari keredaanNya (dengan mengerjakan ibadat Haji di Tanah Suci); dan
apabila kamu telah selesai dari ihram maka bolehlah kamu berburu. Dan jangan
sekali-kali kebencian kamu kepada suatu kaum kerana mereka pernah menghalangi
kamu dari masjid Al-Haraam itu - mendorong kamu menceroboh. Dan hendaklah
kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa, dan janganlah
kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan. Dan
bertaqwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya
(bagi sesiapa yang melanggar perintahNya). |
|
2 |
Dan siapakah yang lebih zalim daripada
orang-orang yang menyekat dan menghalangi dari menggunakan masjid-masjid
Allah untuk (sembahyang dan) menyebut nama Allah di dalamnya, dan ia berusaha
pula untuk meruntuhkan masjid-masjid itu? Orang-orang yang demikian, tidak
sepatunya masuk ke dalam masjid-masjid itu melainkan dengan rasa penuh hormat
dan takut kepada Allah (bukan secara yang mereka lakukan itu). Mereka (dengan
perbuatan itu) akan beroleh kehinaan di dunia, dan di akhirat kelak mereka
mendapat azab seksa yang amat besar. |
|
3 |
Orang-orang yang kurang akalnya diantara
manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari
kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?"
Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk
kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus". (142) Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan
kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas
(perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan)
kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang)
melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan
siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat,
kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah
tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang kepada manusia. (143) Sungguh Kami (sering) melihat mukamu
menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang
kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu
berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi
dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa
berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah
sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.(144) Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya
(sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat)
kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu
sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (145) (AlBaqarah 142-145) |
|
4 |
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur
dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah
beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab,
nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan
shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila
ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka
itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqarah 177) |
|
5 |
Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam
hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan
kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada
mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan
patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(26) Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada
Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa
sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam
keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu
tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia
memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (27) Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan
membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua
agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (28) (Al Fath 26-28) |
No comments:
Post a Comment